Bedah Buku Antologi Puisi “Pada Sebuah Daun” di STIKKU

Mengakhiri Tahun 2010, STIKKU menyelenggarakan acara Bedah Buku. Buku yang dibedah berupa Antologi Puisi karya budayawan asli Kuningan, Teh Sri Neneng, seorang survivor penderita penyakit tertentu yang divonis tak mungkin sembuh lagi oleh dokter. Hadir dalam acara bedah buku tersebut adalah Kang Pandu sebagai sastrawan asal Kuningan, Kang Nizar Machyuzar sastrawan asal Tasikmalaya, dan Kang Asep Ketua STIKKU sendiri. Dalam penuturannya, Teh Sri mengaku dalam kesendiriannya ditemani sang penyakit, ia tumpahkan segala perasaan pada beratus-ratus lembar kertas dalam buku diary-nya. Kumpulan puisi yang kini sudah dibukukan oleh penerbit Silalatu ini merupakan ekspresi perasaan seorang perempuan yang divonis tak mungkin sembuh dari sakit yang selama ini dideritanya. Berkat dorongan suami dan seluruh anggota keluarganya, ia bisa bertahan hidup dan bahkan menikmati hidup sampai sekarang.

Dalam menuangkan idenya, Sri Neneng mengaku ia sering ditemani alunan musik, khususnya musik instrumental di keheningan malam. Ia tumpahkan ide dan perasaannya dalam bait demi bait puisi yang kini kumpulan puisinya diberi judul “Pada Sebuah Daun“. Setelah ditulis, kemudian ia baca ulang dan apabila ada bait atau kalimat yang kurang match, kemudian ia revisi dan koreksi.

Dalam pandangan sastrawan Kang Nizar, maka kebertahanan teh Sri Neneng ditemani penyakitnya sehingga ia bisa tetap survive sampai saat ini merupakan sebuah bukti bahwa puisi memang dapat menjadi hypnotherapy. Untaian bahasa yang mengena perasaaan dapat menjadi “obat” bagi kehampaan jiwa seseorang sehingga orang tersebut menjadi tersugesti oleh pikiran-pikiran positif yang ada dalam puisi tersebut. Apalagi kumpulan puisi teh Sri Neneng ini banyak sekali mengandung pujian terhadap kebesaran Tuhan, tentu dalam berbagai bentuk metaforanya.

Dari sudut pandang Kang Asep sendiri bahwa untuk menjadi manusia kreatif, kita perlu mengoptimalkan fungsi otak kita. Abaikan dulu kecerdasan emosional dan spiritual, seandainya kita bisa mengoptimalkan fungsi otak kita yang tidak lebih saat ini sebagai “the sleeping giant“, maka potensi kreatifitas kita sebenarnya tak terbatas. Apalagi jika kita mampu mensinergikan ketiga kecerdasan tersebut, IQ-EQ-SQ, tak terbayang manusia akan menjadi seperti apa. Kita diciptakan oleh Sang Maha Kreatif yang dalam setiap penciptaannya tak ada yang sama satu sama lainnya. Bayangkan saja ciptaan manusia, untuk sampai seorang manusia memiliki kesamaan struktur genetikanya maka peluangnya sangat-sangat kecil 1/1 milyar bahkan mungkin lebih. Itu artinya bahwa ciptaan Allah itu sangat original, tak akan ada yang mampu menyamainya. Nah, kita diberi potensi kreatif yang sama oleh Allah yaitu seonggok otak dengan berat 1,5 kg saja, sama setiap manusia. Pertanyaannya mengapa ada manusia yang kreatif dan tidak? Itulah kemudian Allah juga tegaskan tidaklah sama antara orang yang berpengetahuan dengan yang tidak berpengetahuan.

Untuk menilai potensi kreatifitas seseorang, kita bisa melihat dari berbagai indikator seperti fleksibilitasnya, originalitas dalam setiap pikirannya, kemampuan menangkap sebuah trend atau kecenderungan, kemampuan mengembangan visinya, kemampuan mengolah informasi, rasa ingin tahu, kemampuan menyederhanakan masalah, intuisi, kemampuan mengambil dan mengelola risiko, keterbukaan terhadap orang lain, keyakinan diri, dan kemauan menerima setiap tantangan baru. Selain itu yang paling penting adalah bahwa kreatifitas harus menghadirkan keyakinan bahwa kita mentoleransi diri kita untuk senantiasa siap berbuat salah dan kemudian kita belajar untuk memperbaikinya (creativity is allowing yourself to make mistake).

Apa yang dilakukan teh Neneng telah menjadi bukti bahwa kecerdasan linguistiknya telah mampu mendorong optimalisasi endorfin sebagai substansi kimia penting dalam darah manusia yang dapat berperan sebagai perangsang ectasy intelektual dan rasa optimisnya yang tercerminkan dalam puisi-puisinya telah mampu menstimulasi imunitas tubuh sehingga ia mampu bertahan hidup sekalipun banyak kalangan medis yang underestimate terhadap kondisi fisiknya.

Leave a Reply

Categories

Silahkan masukan email anda !

Join 4 other subscribers

Statistik Web
  • 60194Total visitors:
  • 35Visitors today:
  • 38Visitors yesterday:
  • 209Visitors last week:
  • 615Visitors per month:
  • 25Visitors per day:
  • 0Visitors currently online: