Ungkapan Rasa Syukur Hari Lahir Prof. Dewi yang ke-46

Prof. Dr. Hj. Dewi Laelatul Badriah, M.Kes. AIFO yang lebih dikenal dengan sebutan Bunda Dewi yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Bakti Husada Kuningan tepat pada tanggal 24 Maret 2011 yang lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-46. Sivitas akademika STIKKU memberikan kejutan kepada beliau sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia dengan menggelar proses acara potong kue di depan kampus. Kegiatan ini dimotori oleh LISES Dewi Asri STIKKU sebagai salah satu UKM Seni dan Budaya. Diawali dengan pengalungan bunga oleh Ketua STIKKU di depan pintu gerbang kampus, kemudian Bunda Dewi diarak bersama menuju depan gedung rektorat. Di sana sudah disediakan kue dan dilanjutkan dengan pemotongan kue secara simbolis oleh Bunda Dewi yang diserahkan kepada Ketua STIKKU.

Acara diawali oleh pembacaan puisi oleh Enda Rohenda yang sekaligus sebagai MC. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua STIKKU atas nama sivitas akademika. Dalam sambutannya Ketua STIKKU mengatakan bahwa ini adalah ide spontan pasca saya memberitahukan pada saat apel pagi kemarin bahwa besok (tanggal 24 Maret) adalah hari lahirnya Bunda Dewi. Silakan setiap Prodi ¬†untuk menunjukkan kreativitasnya masing-masing dalam mengekspresikan rasa terima kasih kita kepada Bunda yang juga sesepuh YPBHK yang telah memberi kesempatan kepada kita semua untuk bekerja di STIKKU. Ternyata lontaran saya direspons sedemikian rupa oleh teman-teman termasuk oleh mahasiswa dan BEM serta UKM yang ada di STIKKU seperti ini. “Kita diwajibkan senantiasa belajar atas pengalaman orang lain, apalagi jika orang lain itu memang pribadi yang layak ditiru rekam jejaknya”. Prof. Dewi bisa kita tiru rekam jejaknya sebagai dosen perempuan yang mampu menyandang Guru Besar pada usia yang relatif muda, 41 tahun. Ayo kita semua, dosen dan mahasiswa STIKKU harus belajar dari apa yang telah beliau capai.

Acara dulanjutkan dengan Sambutan Prof. Dewi yang berpesan agar kita semua yang masih memiliki ayah dan ibu lengkap, untuk terus mengabdi dan berkhidmat kepada mereka. Dengan deraian air mata yang tak bisa berhenti, Prof. Dewi merfleksikan kisah pribadinya yang kini sudah tidak memiliki ibu dan ayah yang sangat disayanginya. Atas nama ketua Yayasan, beliau juga mohon maaf apabila selama ini YPBHK belum bisa mensejahterakan para stafnya. Mudah-mudahan YPBHK terus diberi kelimpahan rezeki sehingga bisa terus bersama berupaya saling mensejahterakan dan saling membahagiakan….Kemudian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tisna, S.Ag.

Leave a Reply

Categories

Silahkan masukan email anda !

Join 3 other subscribers

Statistik Web
  • 54833Total visitors:
  • 88Visitors today:
  • 256Visitors yesterday:
  • 1544Visitors last week:
  • 5318Visitors per month:
  • 208Visitors per day:
  • 0Visitors currently online: